Description
Judul: Model Hilirisasi Pertanian–Peternakan Terpadu Berbasis Komunikasi Bisnis dan Ekoteologi di Pesantren: Dari Inovasi Teknologi Menuju Kemandirian Ekonomi Hijau
Penulis: Prof. Dr. Ir. Sholeh Avivi, M.Si., dkk.
ISBN: xxx-xxx-xx-xxxx-x
Editor: [Nama Editor]
Cetakan: Pertama, September 2026
Halaman & Ukuran: [jumlah halaman] hlm, UNESCO (23 cm x 15,5 cm)
Deskripsi Buku
Model Hilirisasi Pertanian–Peternakan Terpadu Berbasis Komunikasi Bisnis dan Ekoteologi di Pesantren menghadirkan gagasan komprehensif mengenai pengembangan pesantren sebagai pusat agribisnis terpadu yang produktif, mandiri, hijau, dan berkelanjutan. Pesantren tidak hanya dipandang sebagai lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga sebagai ruang strategis untuk mengembangkan inovasi teknologi, kewirausahaan, pemberdayaan ekonomi, serta pengelolaan sumber daya alam yang berlandaskan nilai-nilai Islam.
Pembahasan diawali dengan paradigma hilirisasi pertanian dan peternakan modern serta potensi pesantren dalam membangun agroekosistem yang terintegrasi. Pembaca diperkenalkan pada pengembangan benih unggul, budidaya hortikultura, sistem pertanian presisi, peternakan terpadu, produksi pakan mandiri, hingga pemanfaatan limbah pertanian dan peternakan menjadi pupuk organik yang bernilai ekonomi.
Buku ini juga menguraikan penerapan konsep integrated farming dan circular farming melalui sistem produksi closed-loop. Dalam sistem tersebut, limbah dari satu aktivitas tidak dipandang sebagai hasil buangan, tetapi dimanfaatkan kembali sebagai input bagi aktivitas lainnya. Pola ini memungkinkan terciptanya efisiensi produksi, pengurangan limbah, peningkatan produktivitas, serta penguatan keberlanjutan lingkungan di kawasan pesantren.
Tidak hanya membahas aspek produksi, buku ini memberikan perhatian penting pada komunikasi bisnis dan tata kelola kemitraan antara pesantren, petani, peternak, industri, pemerintah, lembaga keuangan, perguruan tinggi, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Pembahasan mengenai supply chain, kontrak produksi, sistem mutu, akses pasar, kemitraan usaha, dan strategi hilirisasi inovasi memberikan gambaran bagaimana hasil produksi pesantren dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan daya saing.
Perspektif ekoteologi Islam menjadi salah satu kekuatan utama buku ini. Pengelolaan pertanian, peternakan, dan kegiatan bisnis ditempatkan dalam kerangka tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi. Prinsip maqashid syariah, etika bisnis Islam, kemaslahatan, dan ekonomi hijau digunakan sebagai dasar dalam membangun kegiatan ekonomi yang tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga menjaga keseimbangan antara manusia, lingkungan, dan keberlanjutan sumber daya.
Pada bagian selanjutnya, pembaca diperkenalkan pada pengembangan agripreneurship santri, model bisnis syariah, Business Model Canvas, analisis kelayakan usaha, penguatan kelembagaan, strategi pemasaran, hingga pengembangan jaringan pasar dan kemitraan industri. Berbagai instrumen tersebut memberikan bekal praktis bagi pesantren untuk mengembangkan unit usaha pertanian dan peternakan secara profesional tanpa meninggalkan identitas serta nilai-nilai kepesantrenan.
Buku ini juga menawarkan arah pengembangan hilirisasi pertanian–peternakan pesantren menuju tingkat kesiapterapan teknologi yang lebih tinggi. Melalui penyusunan model implementasi, SOP, modul pelatihan, toolkit replikasi, serta panduan monitoring dan evaluasi, gagasan yang disampaikan tidak berhenti pada tataran konseptual, tetapi diarahkan agar dapat diterapkan dan direplikasi pada berbagai pesantren dengan karakteristik wilayah yang berbeda.
Dengan penyajian yang sistematis, multidisipliner, dan aplikatif, buku ini layak digunakan sebagai bahan ajar dan referensi bagi mahasiswa, dosen, pengelola pesantren, santri, petani, peternak, pelaku agribisnis, pemerintah, industri, lembaga keuangan, organisasi pemberdayaan masyarakat, serta siapa pun yang memiliki perhatian terhadap pembangunan pertanian dan ekonomi pesantren yang berkelanjutan.
Buku ini menegaskan bahwa kemandirian pesantren dapat dibangun melalui perpaduan antara ilmu pengetahuan, teknologi, komunikasi bisnis, kewirausahaan, dan nilai-nilai keislaman. Hilirisasi pertanian–peternakan terpadu pada akhirnya bukan hanya tentang menghasilkan produk bernilai ekonomi, tetapi juga tentang membangun ekosistem pesantren yang mandiri, profesional, berdaya saing, ramah lingkungan, dan mampu menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat luas.



Reviews
There are no reviews yet.