Manajemen Bisnis Syariah: Dari Tauhid Menuju Kemaslahatan

Rp271.590

Description

Penulis: Dr. H. Fauzan, S.Pd., M.Si. & Dr. Nadia Azalia Putri, S.E., M.M.
ISBN: xxx-xxx-xx-xxxx-x
Editor: Nasirudin Al Ahsani, Lc., M.Ag. 
Cetakan: Pertama, September 2026
Halaman & Ukuran: xiv + 809 hlm, UNESCO (23 cm x 15,5 cm)
Sinopsis:

Apa sesungguhnya tujuan sebuah bisnis?

Apakah keberhasilan cukup diukur dari besarnya keuntungan, pertumbuhan aset, luasnya pasar, dan tingginya nilai perusahaan? Ataukah bisnis memiliki tujuan yang lebih dalam: menghadirkan manfaat, menjaga martabat manusia, melindungi lingkungan, menciptakan keadilan, dan menjadi jalan menuju keberkahan?

Buku Manajemen Bisnis Syariah: Dari Tauhid Menuju Kemaslahatan hadir untuk menjawab pertanyaan tersebut melalui sebuah paradigma yang memadukan nilai-nilai Islam dengan kebutuhan manajemen bisnis modern. Buku ini berangkat dari satu gagasan fundamental: bisnis tidak pernah benar-benar bebas nilai. Setiap keputusan tentang modal, produksi, pemasaran, sumber daya manusia, investasi, teknologi, keuntungan, dan pertumbuhan pada akhirnya memiliki konsekuensi moral dan sosial.

Dalam perspektif yang dikembangkan buku ini, tauhid merupakan fondasi filosofis bisnis syariah. Kesadaran bahwa Allah SWT adalah Pemilik hakiki seluruh sumber daya menempatkan manusia sebagai khalifah sekaligus pemegang amanah. Karena itu, harta bukan sekadar aset untuk diakumulasi, melainkan amanah yang harus dikelola secara halal, produktif, adil, dan bertanggung jawab. Bisnis pun tidak berhenti sebagai aktivitas ekonomi, tetapi menjadi bagian dari ibadah dan pelaksanaan amanah kekhalifahan.

Dari pondasi tauhid tersebut, buku ini mengembangkan prinsip amanah, ṣidq, faṭānah, tabligh, ‘adl, ihsan, itqan, halal, tayyib, transparansi, dan akuntabilitas sebagai fondasi etika bisnis. Nilai-nilai tersebut tidak ditempatkan sebagai hiasan moral, tetapi diterjemahkan menjadi prinsip operasional dalam pengelolaan organisasi. Amanah membentuk tanggung jawab, ṣidq melahirkan kejujuran, faṭānah mendorong kompetensi dan profesionalisme, sedangkan tabligh menuntut keterbukaan dan komunikasi yang benar.

Selanjutnya, buku ini membawa pembaca memasuki wilayah manajemen secara lebih praktis. Perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, kepemimpinan, pengawasan, pengambilan keputusan, dan pengelolaan sumber daya dibahas dalam perspektif syariah. Dengan pendekatan ini, manajemen bisnis syariah tidak diposisikan sebagai manajemen konvensional yang sekadar diberi label halal, melainkan sebagai paradigma yang memiliki jawaban atas pertanyaan apa yang dikelola, bagaimana mengelolanya, mengapa dikelola, untuk siapa manfaatnya, dan menuju tujuan apa seluruh aktivitas tersebut diarahkan.

Pembahasan kemudian bergerak menuju strategi bisnis, pemasaran, perilaku konsumen, kepemimpinan, sumber daya manusia, kewirausahaan, inovasi, keuangan, dan manajemen risiko. Buku ini menunjukkan bahwa prinsip syariah tidak menghambat daya saing. Justru nilai Islam dapat menjadi sumber keunggulan ketika diterjemahkan ke dalam kualitas produk, kejujuran pemasaran, pelayanan yang baik, kepemimpinan yang amanah, budaya organisasi yang sehat, inovasi, serta hubungan jangka panjang dengan stakeholders.

Dalam menghadapi era digital, buku ini juga membahas transformasi bisnis syariah melalui e-commerce halal, fintech syariah, artificial intelligence, big data, digital marketing, blockchain, dan etika teknologi. Pesan pentingnya adalah bahwa teknologi dapat menjadi instrumen penciptaan kemaslahatan apabila digunakan dengan amanah. Data konsumen, misalnya, bukan semata-mata komoditas ekonomi, tetapi juga amanah yang harus dijaga, dilindungi, dan digunakan secara bertanggung jawab.

Dimensi keberlanjutan menjadi bagian penting dalam buku ini. Bisnis tidak dapat dipisahkan dari persoalan lingkungan, ketimpangan sosial, pemberdayaan masyarakat, zakat, wakaf produktif, dan ekonomi inklusif. Manusia sebagai khalifah memiliki tugas untuk memakmurkan bumi, bukan mengeksploitasinya tanpa batas. Karena itu, keberhasilan bisnis harus mempertimbangkan bukan hanya kepentingan pemilik modal, tetapi juga pekerja, konsumen, masyarakat, lingkungan, dan generasi mendatang.

Puncak argumentasi buku ini terletak pada konsep maqāṣid al-syarī‘ah. Di sinilah orientasi bisnis bergerak dari sekadar profit maximization menuju maslahah orientation. Profit tetap penting, tetapi bukan tujuan tertinggi. Bisnis harus mampu menciptakan nilai ekonomi sekaligus nilai sosial, moral, spiritual, dan ekologis. Keberhasilan tidak cukup ditanyakan melalui “berapa besar keuntungan yang diperoleh?”, tetapi juga melalui pertanyaan: apakah produk yang dihasilkan bermanfaat, apakah pekerja memperoleh haknya, apakah konsumen terlindungi, apakah transaksi dilakukan secara jujur, apakah lingkungan terjaga, dan apakah aktivitas usaha tersebut dilakukan dengan cara yang diridhai Allah SWT?

Dengan demikian, buku ini menawarkan sebuah formula konseptual yang sederhana tetapi mendalam: syariah sebagai landasan, amanah sebagai karakter, profesionalisme sebagai metode, keadilan sebagai prinsip, kemaslahatan sebagai orientasi, profit sebagai sarana keberlanjutan, dan al-falāḥ sebagai tujuan akhir.

Buku ini pada akhirnya bukan hanya berbicara tentang bagaimana membangun bisnis yang profitable, tetapi bagaimana membangun bisnis yang ethical, responsible, sustainable, inclusive, dan blessed. Sebuah bisnis yang mampu memenangkan persaingan tanpa kehilangan nilai; berkembang tanpa mengeksploitasi; berinovasi tanpa melanggar prinsip; memperoleh keuntungan tanpa menzalimi; dan menggunakan kekayaan untuk menghadirkan kemanfaatan yang lebih luas.

Manajemen Bisnis Syariah: Dari Tauhid Menuju Kemaslahatan adalah ajakan untuk menggeser cara pandang: dari bisnis sebagai mesin akumulasi menuju bisnis sebagai amanah; dari keuntungan sebagai tujuan akhir menuju keuntungan sebagai sarana; dari shareholder value menuju stakeholder value; dari pertumbuhan semata menuju keberlanjutan; dan dari keberhasilan material menuju falah di dunia dan akhirat.

Sebab pada akhirnya, bisnis yang paling besar bukanlah bisnis yang hanya mampu mengumpulkan keuntungan paling banyak, melainkan bisnis yang mampu mengubah keuntungan menjadi keberkahan, kekuatan menjadi amanah, inovasi menjadi kemanfaatan, dan pertumbuhan menjadi kemaslahatan bagi sebanyak-banyaknya kehidupan.

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Manajemen Bisnis Syariah: Dari Tauhid Menuju Kemaslahatan”

Your email address will not be published. Required fields are marked *