Description
Penulis: Nasarius Fidin, S.S.
ISBN: 978-634-05-4934-8
Editor: Nasirudin Al Ahsani, Lc., M.Ag.
Cetakan: Pertama, September 2026
Halaman & Ukuran: xiv + 617 hlm, UNESCO (23 cm x 15,5 cm)
Sinopsis:
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan tingginya tuntutan performa, kehidupan modern menghadirkan sebuah paradoks: manusia semakin terhubung, tetapi justru kian berjarak dari dirinya sendiri dan orang lain. Pendidikan pun berisiko tereduksi menjadi mesin penyeragaman yang menilai anak hanya berdasarkan angka, peringkat, dan produktivitas.
Buku Memanusiakan Manusia: Filsafat Psikologis tentang Kesadaran dan Pendidikan hadir sebagai karya reflektif yang memadukan antropologi filosofis, psikologi manusia, dan filsafat pendidikan untuk mengembalikan manusia sebagai pusat dari proses pembelajaran.
Buku ini mengajak pembaca memahami manusia sebagai pribadi yang terus tumbuh dengan berbagai keunikan, kebutuhan, luka, harapan, pikiran, dan ingatan. Pendidikan tidak cukup dipahami sebagai proses mentransfer pengetahuan, tetapi sebagai proses mendampingi seseorang untuk menjadi manusia secara sadar, utuh, dan bermakna.
Pembahasan kemudian membawa pembaca menyelami berbagai dimensi psikologis kehidupan manusia, mulai dari pengelolaan emosi, penerimaan terhadap kerentanan, kebebasan yang disertai tanggung jawab moral, hingga pentingnya relasi yang sehat. Melalui empati, komunikasi yang autentik, dan penghargaan terhadap martabat manusia, proses pendidikan dapat menjadi ruang pertumbuhan yang lebih manusiawi.
Dalam konteks pendidikan, buku ini menegaskan bahwa anak bukan sekadar objek yang harus memenuhi standar tertentu. Anak adalah subjek aktif, guru adalah pribadi yang inspiratif dan beretika, sedangkan sekolah seharusnya menjadi ruang aman untuk bertumbuh, berdialog, menemukan makna, serta membangun komunitas yang sehat.
Buku ini juga mengajak pembaca menghadapi perubahan zaman yang ditandai oleh dominasi teknologi, berkembangnya kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI), serta krisis orientasi hidup. Teknologi memang memberikan kemudahan, tetapi pendidikan tetap membutuhkan sentuhan kemanusiaan yang tidak dapat digantikan oleh algoritma: kesadaran, dialog, empati, kebijaksanaan, dan tanggung jawab.
Dengan bahasa yang reflektif, argumentatif, dialogis, dan mudah dipahami, Memanusiakan Manusia menegaskan bahwa pendidikan bukan hanya persoalan mencerdaskan pikiran, melainkan juga membentuk manusia yang mampu memahami dirinya, menghargai orang lain, berpikir secara kritis, serta bertindak secara etis.
Buku ini layak dibaca oleh guru, dosen, mahasiswa, orang tua, pemerhati pendidikan, serta siapa saja yang merindukan pembaruan pendidikan yang lebih berakar pada nilai-nilai kemanusiaan.
Sebuah buku yang mengingatkan kita bahwa tujuan tertinggi pendidikan bukanlah sekadar menghasilkan manusia yang pintar, tetapi menghadirkan manusia yang sadar, berkarakter, berempati, dan tetap manusiawi di tengah dunia yang semakin terdigitalisasi.





Reviews
There are no reviews yet.