Description
Penulis: Dr. Ali Hasan Siswanto, S.Fil.I., M.Fil.I.
ISBN: xxx-xxx-xx-xxxx-x
Editor: Nasirudin Al Ahsani, Lc., M.Ag.
Cetakan: Pertama, Juli 2026
Halaman & Ukuran: xxii + 244 hlm, UNESCO (23 cm x 15 cm)
Sinopsis:
Buku Menjadi Manusia Utuh: Seni Menua dengan Bijak dan Eksistensial mengajak pembaca memandang usia tua bukan sekadar sebagai fase kemunduran fisik, berakhirnya produktivitas, atau hilangnya peran sosial. Penuaan ditempatkan sebagai perjalanan psikologis, filosofis, sosial, dan spiritual menuju kedewasaan diri. Menjadi tua memang merupakan keniscayaan, tetapi menjadi manusia yang tetap utuh, bermakna, dan bijaksana adalah pilihan yang perlu dipersiapkan sejak dini.
Di tengah budaya modern yang sering mengagungkan kemudaan, kecepatan, dan produktivitas, buku ini menegaskan bahwa martabat manusia tidak pernah berkurang karena usia. Pengalaman hidup, empati, kebijaksanaan, serta kontribusi sosial justru dapat tumbuh semakin kuat seiring bertambahnya umur. Usia tua bukan akhir dari kehidupan yang bermakna, melainkan ruang baru untuk memahami diri dan kehidupan secara lebih mendalam.
Melalui pembahasan mengenai identitas, relasi sosial, kesepian, penerimaan diri, makna hidup, ageisme, integritas, kebebasan eksistensial, dan amor fati, pembaca diajak mempersiapkan masa tua secara lebih sadar. Buku ini menunjukkan bahwa proses menua tidak hanya memerlukan kesiapan fisik dan finansial, tetapi juga kesiapan batin dalam menghadapi perubahan, keterbatasan, kehilangan, serta pertanyaan tentang tujuan hidup.
Dengan pendekatan reflektif dan eksistensial, buku ini membantu pembaca berdamai dengan kenyataan hidup tanpa kehilangan harapan. Penuaan dipahami sebagai kesempatan untuk memperkuat kasih sayang, memperdalam spiritualitas, membangun hubungan yang lebih tulus, dan menemukan kembali arti keberadaan manusia.
Buku ini relevan dibaca oleh kaum muda, orang dewasa, lanjut usia, keluarga, pendidik, akademisi, praktisi, pendamping lansia, dan pembuat kebijakan. Pada akhirnya, menua bukanlah semata-mata proses kehilangan, melainkan kesempatan untuk menjadi manusia yang semakin arif, penuh welas asih, dan utuh dalam memaknai kehidupannya.





Reviews
There are no reviews yet.